Catatan Hati Seorang Muslim:
Lebaran ini banyak yg berharap dapat dipertemukan lagi dengan Ramadhan tahun depan, sementara Ramadhan tahun ini ia sia-siakan dengan sadar.
Banyak yg berlinang air mata ketika momen maaf-maafan, sementara berseteru dengan sekitar menjadi sarapan.
Mereka berduyun-duyun menghampiri tempat ibadah sholat eid, padahal mereka nyaman menyendiri di sholat wajib.
Beberapa terkesimak dengan bacaan bilal ied, sementara mereka enggan menyimak suara hati kebenaran hidup.
Kesemtaraan menjadi imam para pengikut penganut formality faith.
Kesementaraan dipaksa abadi oleh para pemuja kepalsuaan.
Kesemtaraan menjadi tujuan abadi bagi para pengabdi.
Kesementaraan membutakan hati dan rasionalitas.
Semuanya demi tujuan palsu sebuah loyalitas
M.A.S
Tidak ada komentar:
Posting Komentar