Jika ada yg berpendapat di bawah sadarnya bahwa dirinya adalah orang gagal, maka sebenarnya ia secara ikhlas sedang memohon kepada Tuhanya untuk diwujudkan semua pendapat bawah sadarnya itu.
Sebab keikhlasan dapst diukur dengan keyakinan seseorang terhadap satu hal tersebut tanpa syarat.
Karena begitu tulusnya do'a tersebut sehingga ia tinggal menunggu ketetapan Tuhan yg telah ditetapkan-Nya terhadap pendapatnya tentang dirinya.
Begitupun sebaliknya, jika ia merasa dirinya merupakan makhluk yg memiliki masa depan dengan harapan yang cemerlang, maka sesungguhnya ia secara ikhlas dalam bawah sadarnya sedang berharap kepada Tuhan untuk diwujudkannya penilaian tentang dirinya itu.
"Whatever is going on in your mind is what you are attracting". Segala sesuatu yang terbesit dalam pikiran kita adalah sebuah proses menuju terwujudnya sebuah pengharapan.
"We are like magnets - like attract like. You become AND attract what you think". Kita adalah magnet hidup yang selalu menarik orang, gagasan dan situasi dalam kehidupan yang membuat keselarasan dengan hal yang dominan yang ada dalam pikiran kita. Partikel-partikel pengharapan bagaikan medan magnet yang menarik dan membentuk sebuah keabstrakan menjadi sebuah kekonkritan.
"Every thought has a frequency. Thoughts send out a magnetic energy". Setiap pikiran memiliki gelombang yang menghubungkan sebuah konsep menjadi sebuah aplikasi yang dapat terwujud sesuai keinginan.
Orang sukses sadar atau tidak selalu mengikuti dan masuk keaturan alam yang telah ditetapkan Tuhan. Sedangkan orang gagal selalu keluar dari jalur aturan alam tersebut. Dan bahkan seringkali melawan hukum alam tersebut.
Aturan alam adalah ketetapan Tuhan yang telah ada dan berlaku sama untuk semua orang sejak dulu sampai sekarang. Tidak peduli Anda tinggal di mana, warna kulit, suku, agama, usia, dan jenis kelamin, hukum ini sama untuk semua orang. Orang yang bisa selaras dengan hukum alam akan mudah untuk sukses dibandingkan mereka yang tidak mengikuti aturan dari hukum alam tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar