Biarlah raungan suara memvonis ku dengan kehinaan, karena manusia mulia sungguh sudah tergantikan seiring ditemukannya batu akik bertajuk mulia.
Biarlah dentuman suara menghantamku dengan kisah kelam yang disebarkan ketujuh penjuru, karena pada dasarnya manusia baik telah meninggal seiring Adam terasingkan.
Tak ada manusia mulia, yang ada adalah kemuliaan yang terafiliasi dengan kefanaan bertajuk raga.
Tak ada manusia baik, yang ada adalah kebaikan yang terkontaminasi oleh kefanaan bernama manusia.
Manusia adalah sebuah relativitas kefanaan yang seharusnya cenderung mulia dan berlaku baik.
Jika ada manusia yang cenderung berlaku buruk, maka hendaknya ada koreksi terhadap label manusia yang disematkan kepadanya.
Jika ada manusia nyaman berkawan dengan keburukan, maka kibarkanlah bendera setengah tiang sebagai simbol kedukaan dan kemudian menancapkan bendera kuning Sebaiknya simbol kematian.
Tak perlulah mengibarkan bendera perang sebagai simbol perlawanan, karena demikian akan dianggap sebagai tindakan so-soan.
Manusia baik adalah khayalan
Manusia baik adalah hiburan
Manusia baik adalah slogan
Manusia buruk seharusnya sebuah mimpi
Manusia buruk seharusnya hanya sebuah peran
Manusia buruk harusnya sebuah kecelakaan sosial
Baik dan buruk adalah sebuah keniscayaan
Baik dan buruk adalah sebuah konsistensi kehidupan
Baik dan buruk adalah keabadian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar